Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Monday, July 15, 2013

Bahasa Indonesia: Jenis-Jenis Karangan Dengan Pengertian dan Ciri-cirinya

1. Karangan Narasi
     Karangan narasi ialah karangan yang menyajikan serangkaian
     peristiwa yang biasanya disusun  menurut  urutan  waktu.
     Yang termasuk narasi ialah cerpen, novel, roman, kisah
      perjalanan, biografi, otobiografi.

    Ciri-ciri/karakteristik karangan Narasi:
    a. Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa
    b. Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang
         menunjukkan peristiwa awal sampai akhir
    c. Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian
    d. Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci

2.    Karangan Deskripsi
        Karangan Deskripsi ialah karangan yang menggambarkan
        atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat,
        mendengar, merasakan, mengalaminya sendiri.
        Ciri-ciri / karakteristik karangan deskripsi
     a.  Melukiskan atau menggambarkan suatu objek tertentu
     b.  Bertujuan untuk menciptakan kesan atau pengalaman
           pada diri pembaca agar seolah-olah mereka melihat,
           merasakan, mengalami atau mendengar, sendiri suatu
           objek yang  dideskripsikan
     c.  Sifat penulisannya objektif karena selalu mengambil
           objek tertentu, yang dapat berupa  tempat, manusia,
           dan hal yang dipersonifikasikan
     d.  Penulisannya dapat menggunakan cara atau metode
           realistis (objektif), impresionistis (subjektif), atau
           sikap penulis

 3.  Karangan Eksposisi
        Karangan Eksposisi adalah bentuk karangan yang
        memaparkan, memberi keterangan, menjelaskan,
        memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal.

       Ciri-ciri/karakteristik karangan Eksposisi
        a.  Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya
        b.  Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi
              (data faktual)
        c.  Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan
              kehendak
        d.  Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif
              terhadap fakta yang ada
        e.  Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi atau
              tentang proses kerja sesuatu

4.  Karangan Persuasi
      Karangan Persuasi adalah karangan yang tujuannya untuk
      membujuk pembaca agar mau mengikuti kemauan atau
      ide penulis disertai alasan bukti dan contoh konkrit.

5.  Karangan Argumentasi
      Karangan Argumentasi adalah karangan yang isinya
      bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca
      terhadap suatu masalah dengan mengemukakan
      alasan, bukti, dan contoh nyata.

      Ciri-ciri/karakteristik karangan Argumentasi
      a.    Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran
             gagasan pengarang sehingga kebenaran itu
             diakui oleh pembaca
      b.   Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta,
             grafik, tabel, gambar
     c.    Dalam argumentasi pengarang berusaha
             mengubah sikap, pendapat atau pandangan
             pembaca
     d.    Dalam membuktikan sesuatu, pengarang
             menghindarkan keterlibatan emosi dan 
             menjauhkan subjektivitas
      e.   Dalam membuktikan kebenaran pendapat
             pengarang, kita dapat menggunakan
             bermacam-macam pola pembuktian

Sumber: http://yosisusantismkn7.wordpress.com/2011/05/27/jenis-jenis-karangan-berdasarkan-pengertian-dan-ciri-ciri-karangan/
Read More..

Saturday, June 22, 2013

Bahasa Indonesia: Pengertian Paragraf Deduktif, Induktif, Campuran, Dan Naratif Dengan Contohnya


Paragraf deduktif:
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.

Contoh 1:
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya sudah diputuskan bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya membuka usaha baru.
Contoh 2:
Indonesia dikenal sebagai negara maritim. Oleh sebab itu, Indonesia kaya akan hasil laut, antara lain ikan dan mutiara. Selain itu, Indonesia juga kaya akan objek wisata maritim.

Paragraf Induktif:
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik.

Contoh 1:
Sepanjang hari hujan turun dengan lebatnya. Air sungai mulai meluap. Di mana-mana terjadi banjir bahkan banyak pohon yang roboh dan tumbang. Rupanya musim hujan sudah mulai tiba.
Contoh 2:
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.

Paragraf Campuran:

Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik.Kalimat topik yang ada pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf.
Contoh 1:
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
Contoh 2:
Buku merupakan sarana utama dalam mencari ilmu. Dengan buku orang bisa mengetahui ilmu dari berbagai belahan dunia. Dari buku pula kita bisa mendapat hiburan dan menambah pengalaman. Jelaslah bahwa buku sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia.

Paragraf Deskriptif/Naratif/Menyebar:
Paragraf yang tidak memiliki kalimat utama. Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.
Contoh 1:
Di pinggir jalan banyak orang berjualan kue dan minuman. Harganya murah-murah, Sayang banyak lalat karena tidak jauh dari tempat itu ada tumpukan sampah busuk. Dari sampah, lalat terbang dan hinggap di kue dan minuman. Orang yang makan tidak merasa terganggu oleh lalat itu. Enak saja makan dan minum sambil beristirahat dan berkelakar.
Contoh 2:
Matahari belum tinggi benar. Embun masih tampak berkilauan. Warna bunga menjadi sangat indah diterpa sinar matahari. Tampak kupu-kupu dengan berbagai warna terbang dari bunga yang satu ke bunga yang lain. Angin pun semilir terasa menyejukkan hati.


Sumber: Arif Fadholi Blog
Read More..

Wednesday, June 19, 2013

Bahasa Indonesia: Pemakaian Huruf Kapital Yang Baik Dan Benar


15 pemakaian huruf kapital dalam bahasa Indonesia, yaitu:

1.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat.
Contoh:
Dia mengantuk
Apa maksudnya?
Pekerjaan itu belum selesai.

2.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama petikan langsung.
Contoh:
Adik bertanya, “Kapan kita pulang?”
Kemarin engkau terlambat,” katanya.
Besok pagi,” kata Ibu, “dia akan berangkat”.

3.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk tuhan.
Contoh:
Allah, Sang Mahakuasa, Alkitab, Quran, Islam, hamba-Mu, ya Tuhan.

4.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan dan keagamaan yang diikuti nama orang.
Contoh:
Sultan Hasanudin, Haji Agus Salim, Nabi Ibrahim.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak diikuti nama orang, misalnya

Dia diangkat menjadi sultan.
Tahun ini dia naik haji.

5.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau nama tempat.
Contoh:
Wakil Presiden Budiono, Perdana Menteri Nehru, Profesor Dedi.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak diikuti nama orang, misalnya

Siapa gubernur baru itu?
Ia dilantik menjadi mayor jendral.

6.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur-unsur nama orang.
Contoh:
Rudiyana, Dwi Yanti, Halim Agus.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika nama yang digunakan sebagai nama jenis atau satuan ukuran, misalnya

mesin diesel, 10 volt, 5 ampere

7.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.
Contoh:
bangsa Indonesia, suku Sunda, bahasa Inggris

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika sebagai bentuk kata turunan, misalnya

Mengindonesiakan kata asing.
Keinggris-inggrisan.

8.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.
Contoh:
Tahun Hijriah, hari Lebaran, hari Natal, bulan Agustus, hari Jumat, Proklamasi Kemerdekaan Indonesaia.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital pada peristiwa sejarah jika tidak dipakai sebagai nama, misalnya

Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan bangsanya.

9.      Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama geografi.
Contoh:
Cirebon, Gunung Semeru, Asia Tengara, Kali Brantas, Selat Lombok, Tanjung Harapan, Banyuwangi.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak menjadi unsur nama diri atau jika digunakan sebagai nama jenis, misalnya

mandi di kali, pergi ke arah tenggara, berlayar ke teluk, menyeberangi selat.
garam inggris, gula jawa, kacang bogor, pisang ambon.

10.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi kecuali kata seperti dan.
Contoh:
Republik Indonesia, Majelis Permusyawaratan Rakyat, Keputusan Presiden Republik Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika bukan nama negara, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta nama dokumen resmi, misalnya

menjadi sebuah republik, menurut undang-undang yang berlaku, kerja sama antara pemerintah danrakyat

11.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, serta dokumen resmi.
Contoh:
Perserikatan Bangsa-Bangsa, Yayasan Ilmu-Ilmu Sosial, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia

12.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama semua kata (termasuk semua unsur kata ulang sempurna) di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul keterangan  kecuali di, ke, dari, dan, yang, untuk yang tidak terletak pada posisi awal.
Contoh:
Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.
Dia adalah agen surat kabar Suara Pembangunan.
Saya membaca buku Dari Ave Maria ke Jalan Lain ke Roma

13.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan.
Contoh:
Dr.       = doktor
M.A.    = master of arts
S.S.      = sarjana sastra
Prof.    = profesor
Tn.       = tuan
Ny.      = nyonya

14.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan seperti bapak, ibu, saudara, kakak, adik, dan paman yang dipakai dalam penyapaan dan pengacuan.
Contoh:
Surat Saudara sudah saya terima.
Mereka pergi ke rumah Pak Camat.
Para ibu mengunjungi Ibu Hasan.
Adik bertanya, “Itu apa, Bu?”
“Kapan Bapak berangkat?” tanya Harto.

(*) Tidak menggunakan huruf kapital jika tidak dalam pengacuan atau penyapaan, misalnya

Kita harus menghormati bapak dan ibu kita.
Semua kakak dan adik saya sudah berkeluarga.

15.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama kata ganti Anda.
Contoh:
Sudahkah Anda tahu?
Surat Anda sudah kami terima.


Read More..

Monday, June 17, 2013

Bahasa Indonesia: Kalimat Majemuk Dan Kalimat Tunggal

A. Kalimat Tunggal
   Kalimat Tunggal adalah kalimat yang hanya mengandung satu pola kalimat 
yang mempunyai satu subjek dan satu predikat yang diperluas dengan berbagai keterangan. 

Contoh Kalimat Tunggal :


==> Rina Menari di Taman Rumahnya
==> Menangis aku di tengah gelapnya malam
==> Harga BBM anjlok.


B. Kalimat Majemuk
 Kalimat Majemuk adalah kalimat yang memiliki klausa lebih dari satu. Setiap kalimat mempunyai kata penghubung yang berbeda, sehingga jenis kalimat tersebut dapat diketahui dengan melihat kata penghubung yang digunakan.

Kalimat majemuk terdiri atas :

1. Kalimat Majemuk Setara ( Koordinatif )

  Yaitu kalimat gabung yang hubungan antar pola-pola kalimat di dalamnya sederajat atau seharkat.
Ciri-ciri :
  1. .Kedudukan pola-pola kalimat, sama derajatnya.
  2. Penggabungannya disertai perubahan intonasi.
  3. Berkata tugas/penghubung, pembeda sifat kesetaraan.
  4. Pola umum uraian jabatan kata : S-P+S-P
Jenis majemuk Setara
1. Setara Sejalan (kata hubungnya dan, serta, lagi pula dll)
2. Setara memilih
3. Setara berlawanan
4. Setara menguatkan (bahkan)
5. Setara sebab akibat

Kalimat Majemuk Rapatan
  Yaitu Gabungan beberapa kalimat tunggal yang bagian subjek atau predikatnya yang sama, maka bagian yang sama hanya disebutkan sekali saja, atau kalimat majemuk setara yang bagian-bagiannya dirapatkan, yang mana kata-kata atau frase-frase dalam kalimat itu menduduki fungsi yang sama.


3 Kalimat Majemuk Bertingkat ( Subordinatif )
     Yaitu kalimat luas yang mana perluasannya membentuk klausa
bawahan (anak kalimat).
Kalimat Majemuk Campuran 
     Yaitu kalimat gabungan dari kalimat majemuk setara, kalimat majemuk rapatan dan kalimat majemuk bertingkat yang disatukan menjadi satu kalimat yang utuh.

Read More..